Momentum Idul Adha: Ketika Pisau Keikhlasan Menyembelih Kesombongan Manusia
26/05/2026 | Penulis: Supriadi Mohammad Atam
Ketua Badan BMK Simeulue
Ada manusia yang mampu menaklukkan dunia, namun gagal menaklukkan dirinya sendiri. Ada yang terlihat kaya raya, terpandang, dipuji dan dihormati, tetapi diam-diam diperbudak oleh kesombongan yang bersarang di dalam hati. Dan seringkali, yang paling sulit disembelih bukanlah hewan qurban, melainkan ego, gengsi, dan keakuan yang tumbuh liar dalam jiwa manusia.
Maka Idul Adha hadir bukan sekadar membawa gema takbir dan aroma daging qurban. Ia datang membawa pelajaran besar tentang keikhlasan, pengorbanan, dan penghancuran kesombongan manusia di hadapan Allah Swt.
Kisah agung Nabi Ibrahim ‘alaihis salam menjadi pelajaran yang tidak pernah lekang oleh zaman. Ketika Allah Swt memerintahkannya untuk menyembelih putra tercintanya, Nabi Ismail ‘alaihis salam, beliau tidak membantah. Padahal Ismail bukan sekadar seorang anak. Ia adalah penantian panjang yang hadir setelah usia senja, cahaya mata, harapan masa depan, dan buah cinta yang sangat dicintai. Namun ketika cinta kepada Allah dipanggil, Nabi Ibrahim memilih taat meski hati seorang ayah pasti bergetar.
Dan lebih menggetarkan lagi, Nabi Ismail menjawab dengan penuh ketundukan:
“Wahai Ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”(QS. Ash-Shaffat: 102)
Betapa luar biasanya keluarga ini. Tidak ada perlawanan. Tidak ada ego. Tidak ada kesombongan manusia di hadapan kehendak Tuhan. Yang ada hanyalah kepasrahan total kepada Allah Swt. Di situlah sesungguhnya makna qurban dimulai.
Qurban bukan hanya tentang darah yang mengalir atau daging yang dibagikan. Allah Swt telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa darah dan daging itu tidak akan sampai kepada-Nya. Yang sampai adalah ketakwaan dan keikhlasan dari hati manusia. Artinya, inti dari qurban bukan terletak pada besarnya hewan yang disembelih, melainkan pada sejauh mana manusia mampu menyembelih sifat buruk dalam dirinya sendiri.
Karena itu, Idul Adha sejatinya adalah momentum penyembelihan terbesar: menyembelih sifat sombong yang merasa diri paling hebat, menyembelih kerakusan yang tak pernah puas, menyembelih hati yang terlalu mencintai dunia, dan menyembelih ego yang selalu ingin dipuji manusia.
Betapa banyak orang yang mampu membeli hewan qurban, tetapi belum mampu mengorbankan keserakahannya. Betapa banyak yang mampu bertakbir dengan suara lantang, tetapi masih merendahkan sesama dengan kesombongan. Betapa banyak yang rela kehilangan harta, tetapi tidak rela kehilangan gengsi dan kedudukan.
Padahal di hadapan Allah Swt, manusia tidak dinilai dari mahalnya pakaian, tingginya jabatan, banyaknya pengikut, ataupun luasnya kekuasaan. Allah melihat hati yang tunduk, jiwa yang ikhlas, dan hamba yang rendah hati.
Idul Adha mengajarkan bahwa semakin dekat seseorang kepada Allah, semakin lembut pula hatinya kepada manusia. Orang yang benar-benar bertakwa tidak akan sibuk meninggikan diri, karena ia sadar bahwa semua yang dimilikinya hanyalah titipan yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali oleh Sang Pemilik kehidupan.
Lihatlah hewan qurban itu. Ia rebah di tanah tanpa kesombongan. Sementara manusia sering berjalan di bumi dengan dada penuh keangkuhan. Padahal suatu saat nanti, manusia pun akan kembali rebah ke tanah yang sama; tanpa jabatan, tanpa pujian, tanpa kemewahan yang selama ini dibanggakan.
Maka sebelum ajal menyembelih usia kita, sembelihlah lebih dahulu kesombongan dalam diri. Sebelum tubuh terbujur kaku tanpa daya, tundukkanlah hati di hadapan Allah Swt. Dan sebelum dunia meninggalkan kita, belajarlah melepaskan segala yang membuat hati terlalu terpaut kepadanya.
Hari raya ini seharusnya tidak hanya membuat halaman masjid dipenuhi hewan qurban, tetapi juga membuat jiwa manusia dipenuhi keikhlasan. Sebab dunia hari ini terlalu banyak melahirkan manusia yang ingin dipuji, namun sedikit yang benar-benar tulus. Banyak yang ingin terlihat dermawan, tetapi sedikit yang ikhlas berkorban tanpa ingin disebut.
Karena itu, mari jadikan Idul Adha sebagai titik balik kehidupan. Bukan hanya momentum berbagi daging, tetapi momentum memperbaiki hati. Bukan sekadar menyembelih kambing dan sapi, tetapi menyembelih sifat angkuh yang menjauhkan manusia dari rahmat Ilahi.
Pada akhirnya, yang paling mulia di sisi Allah bukanlah yang paling kaya, paling terkenal, atau paling berkuasa. Melainkan mereka yang paling ikhlas dalam beribadah, paling tulus dalam berkorban, dan paling rendah hati dalam menjalani kehidupan.
Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga pisau keikhlasan benar-benar mampu menyembelih kesombongan yang masih hidup dalam diri kita.
Penulis:
Supriadi Mohd. Atam
Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Simeulue
Wakil Ketua II Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Simeulue
Berita Lainnya
PENDAFTARAN BANTUAN BEASISWA MAHASISWA TUGAS AKHIR 2026
Tutup Daurah Tahfizh Intensif, Bupati Monas Dukung Pembinaan Generasi Qur’ani Simeulue
Perkuat Tata Kelola Wakaf, Baitul Mal Simeulue Hadiri Bimtek Nazir se-Aceh
Baitul Mal Simeulue Gelar Pertemuan Mustahik Rehab Rumah Tahap II, Bekali Mustahik Teknis Pelaksanaan Kegiatan
Baitul Mal Kabupaten Simeulue Gelar Rakor Pembentukan UPZ sebagai Upaya Peningkatan Pengumpulan Zakat dan Infak
Bimtek Kelembagaan BMA dan BMK se Aceh Tahun 2025 lahirkan 14 Rekomendasi
Wakil Bupati Simeulue Salurkan Bantuan Operasional Masjid dan Rehab Rumah di Desa Lhok Makmur
Baitul Mal Simeulue Ikuti FGD Penguatan Wakaf Produktif yang Diselenggarakan BWI Simeulue
Dukung Penguatan Tata Kelola dan Kinerja Pengelola Zakat, BMK Simeulue Ikuti Bimtek IZN-KDZ se-Aceh
Baitul Mal Simeulue Hadiri RDPU Pembahasan Qanun di DPRA
Baitul Mal Kabupaten Simeulue Akan Salurkan Bantuan Konsumtif untuk 3.460 Fakir Miskin
Pemkab Simeulue melalui Baitul Mal Apresiasi Kafilah MTQ Simeulue
Tingkatkan Tata Kelola Zakat : Baitul Mal Simeulue Ikuti Bimtek Kelembagaan Baitul Mal se-Aceh
BMK Simeulue Salurkan Bantuan BMA untuk Korban Kebakaran di Simeulue
Perkuat Sinergi antar OPD : Baitul Mal lakukan Sosialisasi Zakat Kepada seluruh Instansi dalam Kabupaten Simeulue

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Simeulue.
Lihat Daftar Rekening →