WhatsApp Icon
Dukung Modernisasi Zakat Nasional, Baitul Mal Simeulue Hadiri Rakernis Transformasi Digital BAZNAS RI 2025

Baitul Mal Kabupaten (BMK) Simeulue kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung modernisasi tata kelola zakat nasional melalui partisipasi aktif dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025 yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI pada 26–27 November 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Kegiatan bertema “Pemanfaatan AI dan Penguatan Digital Fundraising” ini menjadi momentum strategis untuk mempercepat digitalisasi sistem zakat di seluruh Indonesia.

Dalam forum tersebut, BMK Simeulue diwakili oleh Kasubbag Program dan Keuangan BMK Simeulue Rahmad Hidayat, S.Si.T, Staf sekretariat BMK Bono Basni, S.IP dan Miswadin serta Tenaga Profesional BMK, Sawaldin, SH. Keikutsertaan ini menjadi langkah penting dalam peningkatan kapasitas dan penguatan kompetensi amil zakat di daerah.

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, dalam sambutannya menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi opsi, melainkan keharusan untuk memastikan layanan zakat semakin cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“InsyaAllah BAZNAS RI akan menjadi yang terbaik dalam keterbukaan informasi publik. Komitmen digitalisasi ini harus merata, dari pusat hingga ke daerah,” tegas Kiai Noor.

Beliau juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM menghadapi tantangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang kini mulai diterapkan dalam sistem data zakat nasional. Dalam lima tahun terakhir, transformasi digital BAZNAS menunjukkan lompatan signifikan dan kini menjadi rujukan internasional dalam inovasi pengelolaan zakat.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho, juga memaparkan bahwa penguatan basis data menjadi kunci utama modernisasi zakat. Digitalisasi memungkinkan pendataan mustahik yang lebih akurat, pengambilan keputusan yang lebih cepat, serta distribusi zakat yang semakin tepat sasaran.

“Digitalisasi yang terukur adalah masa depan BAZNAS. Ini bukan hanya soal aplikasi, tetapi penguatan sistem manajemen berbasis data yang komprehensif,” jelasnya.

Rakernis 2025 ini turut menghadirkan sejumlah narasumber nasional seperti Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, Amb. Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, dan Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, serta mempertemukan ratusan perwakilan BAZNAS Provinsi, Kabupaten/Kota, mahasiswa, hingga praktisi digital dari berbagai daerah.

Baitul Mal Kabupaten Simeulue menilai kegiatan ini sangat relevan dengan arah pengembangan lembaga zakat di daerah, termasuk Simeulue, yang terus memperkuat tata kelola berbasis digital. Pemahaman baru mengenai optimalisasi AI, integrasi data nasional, hingga strategi fundraising digital diharapkan dapat memperkaya inovasi pelayanan zakat di kabupaten berjuluk “Ate Fulawan” tersebut.

Kasubbag Program dan Keuangan BMK Simeulue, Rahmad Hidayat, menyampaikan bahwa keikutsertaan Simeulue dalam Rakernis ini merupakan bentuk keseriusan daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanan zakat sesuai standar nasional.

“Kami ingin memastikan bahwa Simeulue tidak tertinggal dalam transformasi digital zakat. Banyak praktik baik dan inovasi yang bisa kita adaptasi untuk memperkuat pelayanan kepada mustahik,” ujarnya.

Kegiatan yang juga menampilkan Zakat Tech Mini Expo 2025 ini memperkenalkan berbagai aplikasi digital yang telah dikembangkan BAZNAS RI, memungkinkan setiap daerah, termasuk Simeulue, untuk mengadopsi sistem digital yang sama secara bertahap.

Dengan kehadiran BMK Simeulue dalam forum strategis ini, diharapkan pengelolaan zakat di Simeulue semakin profesional, transparan, dan berdampak luas. Transformasi digital bukan hanya meningkatkan efisiensi lembaga, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat serta memperluas manfaat zakat bagi pembangunan daerah. (WA)

27/11/2025 | Kontributor: Wahyu Abadi
Delegasi Simeulue Ikuti Aceh Waqf Summit 2025, Komitmen Majukan Gerakan Berwakaf di Daerah

Banda Aceh —Kabupaten Simeulue turut serta dalam kegiatan Aceh Waqf Summit (AWS) 2025 yang resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, pada Selasa (25/11/2025) di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh. Delegasi Simeulue hadir dalam forum bergengsi tersebut yang diwakili oleh Wakil Bupati Simeulue Nusar Amin, S.Pd, Ketua Badan BMK Simeulue Supriadi, Kepala Sekretariat BMK Simeulue Khairul Amin, SH, Ketua BWI Perwakilan Simeulue Heriyansyah, Lc, Kakankemenag Simeulue Nasrullah, S.Ag., MA, serta dua pengurus Baitul Mal Desa Air Dingin.

Aceh Waqf Summit 2025 mengusung tema “Kolaborasi Efektif Wakaf Menuju Kemakmuran Aceh”, mempertemukan para ulama, akademisi, pemerintah, pegiat filantropi, dan perwakilan Baitul Mal seluruh Aceh untuk merumuskan langkah-langkah strategis penguatan ekosistem wakaf.

Dalam sambutannya, Sekda Aceh M. Nasir menekankan bahwa wakaf memiliki sejarah panjang di Aceh dan telah lama menopang layanan pendidikan, keagamaan, hingga sosial. Namun ia menegaskan bahwa tantangan era modern menuntut pengelolaan wakaf yang lebih produktif, terukur, dan berorientasi hasil.

“Wakaf tidak cukup dikelola secara konvensional dan sporadis. Ia harus produktif dan mampu menjangkau sektor ekonomi yang memberi manfaat jangka panjang,” tegasnya.

Kehadiran Wakil Bupati Simeulue Nusar Amin, S.Pd pada agenda tersebut menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap ekosistem wakaf, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru dalam pengembangan wakaf produktif di Simeulue.

Ketua Badan BMK Simeulue, Supriadi menyampaikan bahwa AWS 2025 merupakan momentum penting dalam memperkuat gerakan wakaf, terutama peningkatan kapasitas nazhir dan digitalisasi data aset wakaf khususnya di Kabupaten Simeulue.

“Simeulue membutuhkan penguatan nazhir yang profesional serta pendataan aset wakaf yang lebih rapi dan digital. Forum ini memberi banyak panduan strategis untuk kita aplikasikan di daerah,” ujarnya.

Baitul Mal Simeulue juga menyambut baik rencana Pemerintah Aceh yang tengah menyusun Rencana Induk Wakaf Aceh dan Peta Jalan Wakaf Aceh 2025–2030, terutama terkait penguatan regulasi, transparansi, dan pembentukan Dana Abadi Wakaf Aceh.

Aceh Waqf Summit 2025 menjadi salah satu agenda terbesar pengembangan wakaf di Aceh dan diharapkan menjadi tonggak penting bagi percepatan pembangunan ekonomi umat berbasis wakaf, termasuk di Kabupaten Simeulue. (WA)

25/11/2025 | Kontributor: Wahyu Abadi
Bimtek Kelembagaan BMA dan BMK se Aceh Tahun 2025 lahirkan 14 Rekomendasi

BANDA ACEH – Baitul Mal Kabupaten Simeulue menegaskan komitmennya terhadap penguatan tata kelola zakat, infak, dan wakaf dengan menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelembagaan Baitul Mal yang diselenggarakan di Hotel Portola Grand Arabia, Banda Aceh, pada 19–22 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Baitul Mal dari seluruh Aceh, termasuk Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Supriadi, dan Kepala Sekretariat, Khairul Amin, SH.

Penutupan Bimtek yang berlangsung pada Sabtu (22/11/2025) diisi dengan arahan dari Anggota Baitul Mal Aceh (BMA) periode 2025–2030, Fahmi M. Nasir, yang menekankan bahwa para amil tidak boleh alergi terhadap kritik publik. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dari proses pembenahan layanan Baitul Mal di berbagai tingkatan.

“Kritik harus diterima dengan hati terbuka. Jangan dibalas dengan kemarahan. Masyarakat memiliki pengalaman yang beragam terkait layanan Baitul Mal, dan itu seharusnya menjadi pemantik perbaikan,” ujar Fahmi di hadapan peserta Bimtek.

Ia juga menyoroti lemahnya validitas data di sejumlah Baitul Mal kabupaten/kota. Data mustahik, muzakki, hingga potensi wakaf dinilai perlu diperbarui secara berkala agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Bimtek Kelembagaan tahun ini menghasilkan 14 rekomendasi strategis yang menjadi pijakan untuk memperkuat sistem pengelolaan zakat dan wakaf di Aceh. Rekomendasi tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Supriadi, yang mendapat kepercayaan mempresentasikan hasil diskusi seluruh peserta Bimtek. Adapun ke-14 rekomendasi tersebut sebagai berikut :

  1. Diperlukan pembaruan dan penataan struktur organisasi Baitul Mal agar sesuai dengan standar tata kelola kelembagaan modern, termasuk penyelarasan dengan regulasi daerah, nasional, serta praktik terbaik (best practice) lembaga zakat dunia.
  2. Baitul Mal perlu memperkuat sistem perencanaan, monitoring, dan evaluasi berbasis kinerja melalui indikator yang terukur, terstandar, dan terdokumentasi.
  3. Diperlukan peningkatan kompetensi SDM melalui sertifikasi, pelatihan berkala, serta integrasi sistem digital pengelolaan layanan publik.
  4. Baitul Mal harus memperluas kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah, akademisi, komunitas filantropi, perbankan syariah, dan lembaga keuangan sosial lainnya untuk menciptakan sinergi program berbasis kemaslahatan publik.
  5. Harmonisasi dan penyelarasan terhadap status dana zakat dan infak terhadap mekanisme keuangan daerah untuk menghindari tumpang tindih kewenangan dan praktik tidak sesuai hukum.
  6. Diperlukan penyusunan naskah akademik dan SOP teknis tentang relasi pengelolaan dana Zakat dan Infak terhadap sistem fiskal daerah agar pengelolaan tetap independen sesuai prinsip syariah, namun tetap sinergis dengan kebijakan pembangunan daerah.
  7. Mendorong Pemerintah Aceh untuk menerbitkan Pergub/Ingub/SE Gub Aceh Tentang Optimalisasi Pengelolaan Zakat Infaq pada Perusahaan dan Instansi Vertikal di Aceh untuk berzakat melalui Baitul Mal.
  8. Mendorong pemerintah daerah agar memberikan dukungan anggaran operasional kelembagaan melalui mekanisme pembiayaan sah sesuai ketentuan hukum, tanpa mengganggu status zakat sebagai harta umat (PAD Khusus).
  9. Penyesuaian dengan kebijakan nasional perlu diarahkan untuk memperkuat posisi Baitul Mal sebagai entitas pengelola zakat daerah dengan legitimasi hukum yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
  10. Perlu dibentuk tim teknis lintas bidang untuk memastikan proses penyusunan kebijakan berjalan cepat, tepat sasaran, dan sesuai prinsip good governance dan syariah compliance.
  11. Menyusun masterplan wakaf produktif berbasis potensi daerah untuk mendorong optimalisasi peran wakaf sebagai sumber daya keberlanjutan ekonomi umat.
  12. Baitul Mal perlu memperkuat legalitas aset wakaf melalui sertifikasi, digitalisasi database aset, dan penyelesaian sengketa melalui mekanisme mediasi maupun jalur hukum.
  13. Model pengelolaan wakaf harus diarahkan pada konsep enterprise-based waqf, bukan hanya wakaf sosial tradisional, dengan memastikan profesionalitas, akuntabilitas, dan prinsip kemanfaatan jangka panjang.
  14. Perlu peningkatan literasi publik mengenai wakaf melalui kampanye, edukasi, dan kemitraan dengan lembaga keuangan syariah, ormas Islam, akademisi, media, dan tokoh masyarakat.

Baitul Mal Simeulue berkomitmen menjalankan rekomendasi tersebut, khususnya dalam perbaikan tata kelola berbasis data, peningkatan kompetensi SDM, dan penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah serta lembaga syariah lainnya.

Dengan berakhirnya rangkaian Bimtek, Baitul Mal Simeulue berharap proses pembenahan kelembagaan dapat berlangsung lebih cepat dan terukur, sehingga manfaat zakat dan wakaf di Kabupaten Simeulue semakin optimal dan berdampak langsung bagi mustahik. (WA)

23/11/2025 | Kontributor: Wahyu Abadi
Tingkatkan Tata Kelola Zakat : Baitul Mal Simeulue Ikuti Bimtek Kelembagaan Baitul Mal se-Aceh

Banda Aceh — Baitul Mal Kabupaten Simeulue turut berpartisipasi dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelembagaan yang diselenggarakan Baitul Mal Aceh di Portola Grand Arabia Hotel, Banda Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari (19–22 November 2025)  dengan mengusung tema “Strategi Penguatan Kelembagaan Menuju Baitul Mal yang Bersinergi”.

Bimtek ini diikuti oleh perwakilan Baitul Mal dari 23 kabupaten/kota se-Aceh. Pada giat tersebut, perwakilan Baitul Mal Kabupaten Simeulue langsung dihadiri Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Supriadi, dan Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Khairul Amin, SH.

Kegiatan Bimtek dibuka oleh Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Tgk. H. Muhammad Yunus M. Yusuf, SH. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa penguatan kelembagaan merupakan fondasi penting untuk menghadirkan tata kelola zakat yang profesional, amanah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Penguatan kapasitas kelembagaan adalah kunci menghadirkan Baitul Mal yang solid dan mampu menjawab dinamika di lapangan,” ujar Abon Yunus.

Selain itu, ia juga menegaskan kewajiban perusahaan yang beroperasi di Aceh untuk menunaikan zakat melalui Baitul Mal. Bahkan, ia meminta Pemerintah Aceh untuk tidak memberikan izin bagi perusahaan yang enggan memenuhi kewajiban zakat tersebut.

Di sisi internal, Abon Yunus menyoroti pentingnya sinergi antara tiga unsur dalam struktur Baitul Mal yaitu Dewan Pengawas, Komisioner, dan Sekretariat. Menurutnya, harmonisasi ketiga unsur ini adalah prasyarat mutlak untuk mewujudkan tata kelola yang lebih kuat, transparan, dan profesional.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Inspektorat Aceh, Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, serta Biro Hukum Setda Aceh untuk memberikan penguatan regulasi, praktik teknis, hingga strategi peningkatan akuntabilitas organisasi.

Sementara itu, Ketua Baitul Mal Simeulue, Supriadi, menyambut baik penyelenggaraan Bimtek ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat standar layanan Baitul Mal di seluruh Aceh, termasuk di Simeulue.

“Bimtek ini membuka ruang bagi kami untuk terus meningkatkan kapasitas, memperkuat koordinasi, dan menyamakan persepsi dalam tata kelola zakat. Harapannya, pelayanan kepada mustahik di Simeulue semakin baik dan tepat sasaran,” ujar Supriadi.

Melalui kegiatan ini, Baitul Mal Simeulue menegaskan komitmennya dalam mendukung harmonisasi kebijakan, peningkatan profesionalisme amil, serta penguatan kolaborasi lintas daerah demi memaksimalkan manfaat zakat bagi masyarakat Simeulue dan Aceh secara keseluruhan. (WA)

20/11/2025 | Kontributor: Wahyu Abadi
Perkuat Sinergi antar OPD : Baitul Mal lakukan Sosialisasi Zakat Kepada seluruh Instansi dalam Kabupaten Simeulue

Simeulue – Baitul Mal Kabupaten (BMK) Simeulue menggelar kegiatan Sosialisasi Penyesuaian Nishab Zakat Penghasilan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa (18/11/2025), bertempat di Aula Setdakab Simeulue. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi serta meningkatkan pemahaman ASN di instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Simeulue terkait pengelolaan zakat sesuai ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku.

Acara dibuka oleh Wakil Bupati Simeulue, Nusar Amin, S.Pd. Dalam arahannya, Wabup menegaskan pentingnya kewajiban menunaikan zakat sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 43. Perintah berzakat disebutkan beriringan dengan perintah melaksanakan ibadah shalat.

“Zakat bukan hanya kewajiban individual, tetapi juga salah satu instrumen pembangunan umat dan pengentasan kemiskinan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Wabup Nusar juga mengajak para Muzakki, baik ASN, TNI, Polri, Pengusaha, Petani, Pedagang yang sudah cukup Nisab hartanya untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi Pemerintah yaitu Baitul Mal Kabupaten Simeulue. Sementara bagi yang belum mencapai nisab, dapat menuanikan infak.

Ketua Badan BMK Simeulue, Supriadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut penting untuk menyamakan persepsi antar instansi pemerintah sehingga pengumpulan zakat dan infak dapat lebih terstruktur dan profesional sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku.

Supriadi juga menambahkan bahwa Baitul Mal Kabupaten Simeulue terus berupaya memastikan zakat dan infak yang dititipkan para muzakki dan munfiq sampai kepada mereka yang membutuhkan melalui berbagai program yang ada di Baitul Mal.

“Alhamdulillah, berkat doa kita bersama pada tahun ini kita menjadi salah satu Kabupaten yang memperoleh penghargaan dari BAZNAS RI, mudah-mudah ini dapat kita pertahankan dan kita tingkatkan,” pungkasnya.

Sementara itu, sebagai Pemateri pada kegiatan ini langsung disampaikan Ketua Dewan Pengawas BMK, Fauzan, S.Ag, MH. Dalam paparannya ia menguraikan secara detail bagaimana peranan zakat sampai dengan metode penghitungan zakat yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Kegiatan ini turut dihadiri Perwakilan MPU, BPKD, Inspektur Kabupaten, Dinas Syariat Islam, BKPSDM, Kepala Kantor Kemenag, Kepala Sekretariat BMK, serta perwakilan OPD. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan pengelolaan zakat di Kabupaten Simeulue semakin profesional, akuntabel, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. (WA)

18/11/2025 | Kontributor: Wahyu Abadi

Berita Terbaru

Dukung Modernisasi Zakat Nasional, Baitul Mal Simeulue Hadiri Rakernis Transformasi Digital BAZNAS RI 2025
Dukung Modernisasi Zakat Nasional, Baitul Mal Simeulue Hadiri Rakernis Transformasi Digital BAZNAS RI 2025
Baitul Mal Kabupaten (BMK) Simeulue kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung modernisasi tata kelola zakat nasional melalui partisipasi aktif dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025 yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI pada 26–27 November 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Kegiatan bertema “Pemanfaatan AI dan Penguatan Digital Fundraising” ini menjadi momentum strategis untuk mempercepat digitalisasi sistem zakat di seluruh Indonesia. Dalam forum tersebut, BMK Simeulue diwakili oleh Kasubbag Program dan Keuangan BMK Simeulue Rahmad Hidayat, S.Si.T, Staf sekretariat BMK Bono Basni, S.IP dan Miswadin serta Tenaga Profesional BMK, Sawaldin, SH. Keikutsertaan ini menjadi langkah penting dalam peningkatan kapasitas dan penguatan kompetensi amil zakat di daerah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, dalam sambutannya menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi opsi, melainkan keharusan untuk memastikan layanan zakat semakin cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “InsyaAllah BAZNAS RI akan menjadi yang terbaik dalam keterbukaan informasi publik. Komitmen digitalisasi ini harus merata, dari pusat hingga ke daerah,” tegas Kiai Noor. Beliau juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM menghadapi tantangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang kini mulai diterapkan dalam sistem data zakat nasional. Dalam lima tahun terakhir, transformasi digital BAZNAS menunjukkan lompatan signifikan dan kini menjadi rujukan internasional dalam inovasi pengelolaan zakat. Pada kesempatan tersebut, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho, juga memaparkan bahwa penguatan basis data menjadi kunci utama modernisasi zakat. Digitalisasi memungkinkan pendataan mustahik yang lebih akurat, pengambilan keputusan yang lebih cepat, serta distribusi zakat yang semakin tepat sasaran. “Digitalisasi yang terukur adalah masa depan BAZNAS. Ini bukan hanya soal aplikasi, tetapi penguatan sistem manajemen berbasis data yang komprehensif,” jelasnya. Rakernis 2025 ini turut menghadirkan sejumlah narasumber nasional seperti Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, Amb. Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, dan Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, serta mempertemukan ratusan perwakilan BAZNAS Provinsi, Kabupaten/Kota, mahasiswa, hingga praktisi digital dari berbagai daerah. Baitul Mal Kabupaten Simeulue menilai kegiatan ini sangat relevan dengan arah pengembangan lembaga zakat di daerah, termasuk Simeulue, yang terus memperkuat tata kelola berbasis digital. Pemahaman baru mengenai optimalisasi AI, integrasi data nasional, hingga strategi fundraising digital diharapkan dapat memperkaya inovasi pelayanan zakat di kabupaten berjuluk “Ate Fulawan” tersebut. Kasubbag Program dan Keuangan BMK Simeulue, Rahmad Hidayat, menyampaikan bahwa keikutsertaan Simeulue dalam Rakernis ini merupakan bentuk keseriusan daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanan zakat sesuai standar nasional. “Kami ingin memastikan bahwa Simeulue tidak tertinggal dalam transformasi digital zakat. Banyak praktik baik dan inovasi yang bisa kita adaptasi untuk memperkuat pelayanan kepada mustahik,” ujarnya. Kegiatan yang juga menampilkan Zakat Tech Mini Expo 2025 ini memperkenalkan berbagai aplikasi digital yang telah dikembangkan BAZNAS RI, memungkinkan setiap daerah, termasuk Simeulue, untuk mengadopsi sistem digital yang sama secara bertahap. Dengan kehadiran BMK Simeulue dalam forum strategis ini, diharapkan pengelolaan zakat di Simeulue semakin profesional, transparan, dan berdampak luas. Transformasi digital bukan hanya meningkatkan efisiensi lembaga, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat serta memperluas manfaat zakat bagi pembangunan daerah. (WA)
BERITA27/11/2025 | Wahyu Abadi
Delegasi Simeulue Ikuti Aceh Waqf Summit 2025, Komitmen Majukan Gerakan Berwakaf di Daerah
Delegasi Simeulue Ikuti Aceh Waqf Summit 2025, Komitmen Majukan Gerakan Berwakaf di Daerah
Banda Aceh —Kabupaten Simeulue turut serta dalam kegiatan Aceh Waqf Summit (AWS) 2025 yang resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, pada Selasa (25/11/2025) di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh. Delegasi Simeulue hadir dalam forum bergengsi tersebut yang diwakili oleh Wakil Bupati Simeulue Nusar Amin, S.Pd, Ketua Badan BMK Simeulue Supriadi, Kepala Sekretariat BMK Simeulue Khairul Amin, SH, Ketua BWI Perwakilan Simeulue Heriyansyah, Lc, Kakankemenag Simeulue Nasrullah, S.Ag., MA, serta dua pengurus Baitul Mal Desa Air Dingin. Aceh Waqf Summit 2025 mengusung tema “Kolaborasi Efektif Wakaf Menuju Kemakmuran Aceh”, mempertemukan para ulama, akademisi, pemerintah, pegiat filantropi, dan perwakilan Baitul Mal seluruh Aceh untuk merumuskan langkah-langkah strategis penguatan ekosistem wakaf. Dalam sambutannya, Sekda Aceh M. Nasir menekankan bahwa wakaf memiliki sejarah panjang di Aceh dan telah lama menopang layanan pendidikan, keagamaan, hingga sosial. Namun ia menegaskan bahwa tantangan era modern menuntut pengelolaan wakaf yang lebih produktif, terukur, dan berorientasi hasil. “Wakaf tidak cukup dikelola secara konvensional dan sporadis. Ia harus produktif dan mampu menjangkau sektor ekonomi yang memberi manfaat jangka panjang,” tegasnya. Kehadiran Wakil Bupati Simeulue Nusar Amin, S.Pd pada agenda tersebut menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap ekosistem wakaf, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru dalam pengembangan wakaf produktif di Simeulue. Ketua Badan BMK Simeulue, Supriadi menyampaikan bahwa AWS 2025 merupakan momentum penting dalam memperkuat gerakan wakaf, terutama peningkatan kapasitas nazhir dan digitalisasi data aset wakaf khususnya di Kabupaten Simeulue. “Simeulue membutuhkan penguatan nazhir yang profesional serta pendataan aset wakaf yang lebih rapi dan digital. Forum ini memberi banyak panduan strategis untuk kita aplikasikan di daerah,” ujarnya. Baitul Mal Simeulue juga menyambut baik rencana Pemerintah Aceh yang tengah menyusun Rencana Induk Wakaf Aceh dan Peta Jalan Wakaf Aceh 2025–2030, terutama terkait penguatan regulasi, transparansi, dan pembentukan Dana Abadi Wakaf Aceh. Aceh Waqf Summit 2025 menjadi salah satu agenda terbesar pengembangan wakaf di Aceh dan diharapkan menjadi tonggak penting bagi percepatan pembangunan ekonomi umat berbasis wakaf, termasuk di Kabupaten Simeulue. (WA)
BERITA25/11/2025 | Wahyu Abadi
Bimtek Kelembagaan BMA dan BMK se Aceh Tahun 2025 lahirkan 14 Rekomendasi
Bimtek Kelembagaan BMA dan BMK se Aceh Tahun 2025 lahirkan 14 Rekomendasi
BANDA ACEH – Baitul Mal Kabupaten Simeulue menegaskan komitmennya terhadap penguatan tata kelola zakat, infak, dan wakaf dengan menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelembagaan Baitul Mal yang diselenggarakan di Hotel Portola Grand Arabia, Banda Aceh, pada 19–22 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Baitul Mal dari seluruh Aceh, termasuk Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Supriadi, dan Kepala Sekretariat, Khairul Amin, SH. Penutupan Bimtek yang berlangsung pada Sabtu (22/11/2025) diisi dengan arahan dari Anggota Baitul Mal Aceh (BMA) periode 2025–2030, Fahmi M. Nasir, yang menekankan bahwa para amil tidak boleh alergi terhadap kritik publik. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dari proses pembenahan layanan Baitul Mal di berbagai tingkatan. “Kritik harus diterima dengan hati terbuka. Jangan dibalas dengan kemarahan. Masyarakat memiliki pengalaman yang beragam terkait layanan Baitul Mal, dan itu seharusnya menjadi pemantik perbaikan,” ujar Fahmi di hadapan peserta Bimtek. Ia juga menyoroti lemahnya validitas data di sejumlah Baitul Mal kabupaten/kota. Data mustahik, muzakki, hingga potensi wakaf dinilai perlu diperbarui secara berkala agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Sementara itu, Bimtek Kelembagaan tahun ini menghasilkan 14 rekomendasi strategis yang menjadi pijakan untuk memperkuat sistem pengelolaan zakat dan wakaf di Aceh. Rekomendasi tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Supriadi, yang mendapat kepercayaan mempresentasikan hasil diskusi seluruh peserta Bimtek. Adapun ke-14 rekomendasi tersebut sebagai berikut : Diperlukan pembaruan dan penataan struktur organisasi Baitul Mal agar sesuai dengan standar tata kelola kelembagaan modern, termasuk penyelarasan dengan regulasi daerah, nasional, serta praktik terbaik (best practice) lembaga zakat dunia. Baitul Mal perlu memperkuat sistem perencanaan, monitoring, dan evaluasi berbasis kinerja melalui indikator yang terukur, terstandar, dan terdokumentasi. Diperlukan peningkatan kompetensi SDM melalui sertifikasi, pelatihan berkala, serta integrasi sistem digital pengelolaan layanan publik. Baitul Mal harus memperluas kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah, akademisi, komunitas filantropi, perbankan syariah, dan lembaga keuangan sosial lainnya untuk menciptakan sinergi program berbasis kemaslahatan publik. Harmonisasi dan penyelarasan terhadap status dana zakat dan infak terhadap mekanisme keuangan daerah untuk menghindari tumpang tindih kewenangan dan praktik tidak sesuai hukum. Diperlukan penyusunan naskah akademik dan SOP teknis tentang relasi pengelolaan dana Zakat dan Infak terhadap sistem fiskal daerah agar pengelolaan tetap independen sesuai prinsip syariah, namun tetap sinergis dengan kebijakan pembangunan daerah. Mendorong Pemerintah Aceh untuk menerbitkan Pergub/Ingub/SE Gub Aceh Tentang Optimalisasi Pengelolaan Zakat Infaq pada Perusahaan dan Instansi Vertikal di Aceh untuk berzakat melalui Baitul Mal. Mendorong pemerintah daerah agar memberikan dukungan anggaran operasional kelembagaan melalui mekanisme pembiayaan sah sesuai ketentuan hukum, tanpa mengganggu status zakat sebagai harta umat (PAD Khusus). Penyesuaian dengan kebijakan nasional perlu diarahkan untuk memperkuat posisi Baitul Mal sebagai entitas pengelola zakat daerah dengan legitimasi hukum yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Perlu dibentuk tim teknis lintas bidang untuk memastikan proses penyusunan kebijakan berjalan cepat, tepat sasaran, dan sesuai prinsip good governance dan syariah compliance. Menyusun masterplan wakaf produktif berbasis potensi daerah untuk mendorong optimalisasi peran wakaf sebagai sumber daya keberlanjutan ekonomi umat. Baitul Mal perlu memperkuat legalitas aset wakaf melalui sertifikasi, digitalisasi database aset, dan penyelesaian sengketa melalui mekanisme mediasi maupun jalur hukum. Model pengelolaan wakaf harus diarahkan pada konsep enterprise-based waqf, bukan hanya wakaf sosial tradisional, dengan memastikan profesionalitas, akuntabilitas, dan prinsip kemanfaatan jangka panjang. Perlu peningkatan literasi publik mengenai wakaf melalui kampanye, edukasi, dan kemitraan dengan lembaga keuangan syariah, ormas Islam, akademisi, media, dan tokoh masyarakat. Baitul Mal Simeulue berkomitmen menjalankan rekomendasi tersebut, khususnya dalam perbaikan tata kelola berbasis data, peningkatan kompetensi SDM, dan penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah serta lembaga syariah lainnya. Dengan berakhirnya rangkaian Bimtek, Baitul Mal Simeulue berharap proses pembenahan kelembagaan dapat berlangsung lebih cepat dan terukur, sehingga manfaat zakat dan wakaf di Kabupaten Simeulue semakin optimal dan berdampak langsung bagi mustahik. (WA)
BERITA23/11/2025 | Wahyu Abadi
Tingkatkan Tata Kelola Zakat : Baitul Mal Simeulue Ikuti Bimtek Kelembagaan Baitul Mal se-Aceh
Tingkatkan Tata Kelola Zakat : Baitul Mal Simeulue Ikuti Bimtek Kelembagaan Baitul Mal se-Aceh
Banda Aceh — Baitul Mal Kabupaten Simeulue turut berpartisipasi dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelembagaan yang diselenggarakan Baitul Mal Aceh di Portola Grand Arabia Hotel, Banda Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari (19–22 November 2025) dengan mengusung tema “Strategi Penguatan Kelembagaan Menuju Baitul Mal yang Bersinergi”. Bimtek ini diikuti oleh perwakilan Baitul Mal dari 23 kabupaten/kota se-Aceh. Pada giat tersebut, perwakilan Baitul Mal Kabupaten Simeulue langsung dihadiri Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Supriadi, dan Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Khairul Amin, SH. Kegiatan Bimtek dibuka oleh Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Tgk. H. Muhammad Yunus M. Yusuf, SH. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa penguatan kelembagaan merupakan fondasi penting untuk menghadirkan tata kelola zakat yang profesional, amanah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Penguatan kapasitas kelembagaan adalah kunci menghadirkan Baitul Mal yang solid dan mampu menjawab dinamika di lapangan,” ujar Abon Yunus. Selain itu, ia juga menegaskan kewajiban perusahaan yang beroperasi di Aceh untuk menunaikan zakat melalui Baitul Mal. Bahkan, ia meminta Pemerintah Aceh untuk tidak memberikan izin bagi perusahaan yang enggan memenuhi kewajiban zakat tersebut. Di sisi internal, Abon Yunus menyoroti pentingnya sinergi antara tiga unsur dalam struktur Baitul Mal yaitu Dewan Pengawas, Komisioner, dan Sekretariat. Menurutnya, harmonisasi ketiga unsur ini adalah prasyarat mutlak untuk mewujudkan tata kelola yang lebih kuat, transparan, dan profesional. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Inspektorat Aceh, Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, serta Biro Hukum Setda Aceh untuk memberikan penguatan regulasi, praktik teknis, hingga strategi peningkatan akuntabilitas organisasi. Sementara itu, Ketua Baitul Mal Simeulue, Supriadi, menyambut baik penyelenggaraan Bimtek ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat standar layanan Baitul Mal di seluruh Aceh, termasuk di Simeulue. “Bimtek ini membuka ruang bagi kami untuk terus meningkatkan kapasitas, memperkuat koordinasi, dan menyamakan persepsi dalam tata kelola zakat. Harapannya, pelayanan kepada mustahik di Simeulue semakin baik dan tepat sasaran,” ujar Supriadi. Melalui kegiatan ini, Baitul Mal Simeulue menegaskan komitmennya dalam mendukung harmonisasi kebijakan, peningkatan profesionalisme amil, serta penguatan kolaborasi lintas daerah demi memaksimalkan manfaat zakat bagi masyarakat Simeulue dan Aceh secara keseluruhan. (WA)
BERITA20/11/2025 | Wahyu Abadi
Perkuat Sinergi antar OPD : Baitul Mal lakukan Sosialisasi Zakat Kepada seluruh Instansi dalam Kabupaten Simeulue
Perkuat Sinergi antar OPD : Baitul Mal lakukan Sosialisasi Zakat Kepada seluruh Instansi dalam Kabupaten Simeulue
Simeulue – Baitul Mal Kabupaten (BMK) Simeulue menggelar kegiatan Sosialisasi Penyesuaian Nishab Zakat Penghasilan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa (18/11/2025), bertempat di Aula Setdakab Simeulue. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi serta meningkatkan pemahaman ASN di instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Simeulue terkait pengelolaan zakat sesuai ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Acara dibuka oleh Wakil Bupati Simeulue, Nusar Amin, S.Pd. Dalam arahannya, Wabup menegaskan pentingnya kewajiban menunaikan zakat sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 43. Perintah berzakat disebutkan beriringan dengan perintah melaksanakan ibadah shalat. “Zakat bukan hanya kewajiban individual, tetapi juga salah satu instrumen pembangunan umat dan pengentasan kemiskinan di tengah masyarakat,” tegasnya. Wabup Nusar juga mengajak para Muzakki, baik ASN, TNI, Polri, Pengusaha, Petani, Pedagang yang sudah cukup Nisab hartanya untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi Pemerintah yaitu Baitul Mal Kabupaten Simeulue. Sementara bagi yang belum mencapai nisab, dapat menuanikan infak. Ketua Badan BMK Simeulue, Supriadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut penting untuk menyamakan persepsi antar instansi pemerintah sehingga pengumpulan zakat dan infak dapat lebih terstruktur dan profesional sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Supriadi juga menambahkan bahwa Baitul Mal Kabupaten Simeulue terus berupaya memastikan zakat dan infak yang dititipkan para muzakki dan munfiq sampai kepada mereka yang membutuhkan melalui berbagai program yang ada di Baitul Mal. “Alhamdulillah, berkat doa kita bersama pada tahun ini kita menjadi salah satu Kabupaten yang memperoleh penghargaan dari BAZNAS RI, mudah-mudah ini dapat kita pertahankan dan kita tingkatkan,” pungkasnya. Sementara itu, sebagai Pemateri pada kegiatan ini langsung disampaikan Ketua Dewan Pengawas BMK, Fauzan, S.Ag, MH. Dalam paparannya ia menguraikan secara detail bagaimana peranan zakat sampai dengan metode penghitungan zakat yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Kegiatan ini turut dihadiri Perwakilan MPU, BPKD, Inspektur Kabupaten, Dinas Syariat Islam, BKPSDM, Kepala Kantor Kemenag, Kepala Sekretariat BMK, serta perwakilan OPD. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan pengelolaan zakat di Kabupaten Simeulue semakin profesional, akuntabel, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. (WA)
BERITA18/11/2025 | Wahyu Abadi
Pemkab Simeulue melalui Baitul Mal Apresiasi Kafilah MTQ Simeulue
Pemkab Simeulue melalui Baitul Mal Apresiasi Kafilah MTQ Simeulue
Sinabang, 11 November 2025 — Pemerintah Kabupaten Simeulue melalui Baitul Mal Simeulue memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kafilah MTQ Kabupaten Simeulue yang telah berjuang dengan penuh dedikasi pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXVII Tingkat Provinsi Aceh di Pidie Jaya. Apresiasi tersebut diwujudkan dalam bentuk bonus senilai Rp150.000.000, yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Simeulue, Mohammad Nasrun Mikaris, SH., MH., kepada perwakilan peserta kafilah. Penyerahan berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebanggaan, disaksikan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten, Kemenag, LPTQ, serta tokoh masyarakat. Dalam kesempatan itu, Bupati turut didampingi oleh Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Supriadi. Dalam sambutannya, Bupati Simeulue menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kafilah, pelatih, dan pendamping yang telah mengharumkan nama daerah. “Kafilah Simeulue telah memperlihatkan semangat, disiplin, dan dedikasi luar biasa. MTQ bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga ladang ibadah dan dakwah yang membawa kemuliaan bagi daerah,” ujar Bupati. Sementara itu, Ketua Baitul Mal Simeulue, Supriadi yang juga salah satu pelatih Kafilah Simeulue menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan pemerintah daerah terhadap para pejuang Al-Qur’an. “Kami bangga atas perjuangan para qari, qariah, hafiz, hafizah, dan seluruh peserta. Insya Allah, Baitul Mal akan terus berkomitmen membina dan memberdayakan generasi Qurani Simeulue melalui berbagai program keagamaan dan sosial,” ungkapnya. Ia menambahkan, semangat Qurani yang dibawa oleh kafilah harus terus dijaga dan dikembangkan di masyarakat melalui kegiatan tilawah, tahfiz, dan pembelajaran Al-Qur’an di masjid-masjid serta lembaga pendidikan Islam. “Kebersamaan dan sinergi inilah yang menjadi kekuatan kita untuk terus menebarkan cahaya Al-Qur’an dari ujung barat Aceh,” tambahnya. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi generasi muda Simeulue untuk terus mencintai, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (WA)
BERITA11/11/2025 | WA
Dukung Penguatan Tata Kelola dan Kinerja Pengelola Zakat, BMK Simeulue Ikuti Bimtek IZN-KDZ se-Aceh
Dukung Penguatan Tata Kelola dan Kinerja Pengelola Zakat, BMK Simeulue Ikuti Bimtek IZN-KDZ se-Aceh
Banda Aceh, 30 Oktober 2025 — Baitul Mal Kabupaten Simeulue (BMK Simeulue) turut berpartisipasi dalam kegiatan Bimbingan Teknis Indeks Zakat Nasional – Kaji Dampak Zakat (IZN-KDZ) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Baitul Mal Aceh di Aula Baitul Mal Aceh, Kamis (30/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Baitul Mal Kabupaten/Kota se-Aceh sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas lembaga zakat daerah dalam meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas pengelolaan zakat. Pada kesempatan tersebut BMK Simeulue diwakili oleh Staf Sekretariat, Wahyu Abadi. Kegiatan bimtek dibuka secara resmi oleh Anggota Badan Baitul Mal Aceh, Khairina, S.T. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi dan penguatan sistem pengukuran kinerja lembaga zakat agar sejalan dengan arah pembangunan ekonomi syariah nasional. Bimtek menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Kementerian PPN/Bappenas RI, Direktur Infrastruktur Ekosistem Ekonomi Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat, Ph.D., serta Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS DSKL Nasional, Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D. Para pemateri memberikan paparan komprehensif tentang peran strategis zakat dalam pembangunan nasional, konsep Indeks Zakat Nasional dan Kaji Dampak Zakat (IZN-KDZ) sebagai instrumen penilaian terhadap kinerja lembaga zakat daer Direktur Infrastruktur Ekosistem Ekonomi Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat, Ph.D menyampaikan pentingnya IZN dalam pengelolaan ZIS yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat yang ada di setiap daerah. “IZN menjadi satu-satunya instrumen yang ada saat ini untuk mengukur kinerja Lembaga Pengelola ZIS di Daerah, bahkan sudah terintegrasi dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional), RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dan SIPD (Sistem Informasi Pemerintah Daerah) terutama dalam hal pengentasan kemiskinan dan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, sehingga ini menjadi sangat penting”, katanya. Selain sesi materi mengenai pengenalan IZN-KDZ, peserta juga diajarkan praktek pengisian kuesioner yang akan dijadikan sebagai alat ukur nantinya. Pada kesempatan tersebut peserta terlihat sangat antusias, aktif bertanya dan berdiskusi dengan para pemateri. Baitul Mal Kabupaten Simeulue memandang kegiatan ini sebagai momentum penting dalam memperkuat sistem tata kelola zakat daerah yang profesional dan berstandar nasional. Melalui pemahaman yang utuh terhadap IZN-KDZ, BMK Simeulue berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan data, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat mustahik dan muzakki. Pada tahun 2024, BMK Simeulue memperoleh nilai IZN Sebesar 0.53 dengan kriteria stabil (stable). Ini menunjukkan bahwa pendistribusian dan pendayagunaan ZIS di Kabupaten Simeulue masuk kategori baik. Hal ini diperkuat dengan prestasi yang diperoleh Simeulue di kancah Nasional. Beberapa waktu lalu Bupati Simeulue mendapatkan Penghargaan pada ajang BAZNAS AWARD 2025 sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Terbaik di Indonesia. Sementara itu, untuk tahun 2025, BMK Simeulue berharap nilai IZN-KDZ meningkat dari tahun sebelumnya sehingga pengelolaan ZIS di Simeulue semakin maksimal dan berdampak positif terhadap kesejahteraan mustahik. Dengan partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Baitul Mal Kabupaten Simeulue menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan ekosistem zakat nasional dan menjadikan zakat sebagai salah satu instrumen penting dalam pembangunan ekonomi berkeadilan di Bumi Simeulue. (WA)
BERITA30/10/2025 | Wahyu Abadi
Baitul Mal Simeulue Salurkan Bantuan untuk 599 Santri pada Peringatan Hari Santri Nasional
Baitul Mal Simeulue Salurkan Bantuan untuk 599 Santri pada Peringatan Hari Santri Nasional
Simeulue, 22 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2025, Baitul Mal Kabupaten Simeulue menyalurkan bantuan kepada 599 santri asal Simeulue. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis bersamaan dengan upacara peringatan Hari Santri Nasional yang dipimpin oleh Bupati Simeulue, H. Mohammad Nasrun Mikaris, S.H., M.H., di Lapangan Pendopo Kabupaten Simeulue, Rabu (22/10/2025). Bantuan yang disalurkan Baitul Mal Simeulue terdiri atas berbagai kategori, yaitu bantuan bagi 350 santri miskin dalam daerah, 160 santri miskin asal Simeulue yang menempuh pendidikan di luar daerah, 35 santri miskin asal Simeulue yang menimba ilmu di luar Provinsi Aceh, 20 santri tahfizh, serta 19 santri berprestasi. Program ini menjadi bagian dari komitmen Baitul Mal dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan keagamaan dan kesejahteraan para santri. Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Supriadi menyampaikan bahwa kegiatan penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Simeulue dengan Baitul Mal dalam memperkuat peran santri sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Melalui dukungan zakat dan infak yang dititipkan para muzakki, Baitul Mal berupaya memastikan para santri dari keluarga kurang mampu tetap dapat menempuh pendidikan dengan layak dan bermartabat. Momentum Hari Santri Nasional juga menjadi pengingat penting akan kontribusi besar para santri dalam sejarah perjuangan bangsa dan dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan cinta tanah air. Baitul Mal Simeulue memandang bahwa investasi terbaik untuk masa depan daerah adalah melalui penguatan sumber daya manusia santri yang unggul dan berdaya saing. Upacara peringatan Hari Santri Nasional di Simeulue turut dihadiri oleh Wakil Bupati Nusar Amin, S.Pd., Ketua DPRK Rasmanudin H. Rahamin, S.E., M.M., unsur Forkopimda, para kepala SKPK, serta tokoh agama dan masyarakat. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan komitmen bersama dalam mengembangkan potensi pesantren dan memperkokoh peran santri dalam mewujudkan Simeulue yang maju dan bermartabat. Melalui kegiatan ini, Baitul Mal Kabupaten Simeulue menegaskan komitmennya untuk terus memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah dalam bidang pendidikan, terutama bagi para santri yang menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan moralitas generasi muda di Bumi Simeulue. (WA)
BERITA22/10/2025 | Wahyu Abadi
Baitul Mal Simeulue Ikuti FGD Penguatan Wakaf Produktif yang Diselenggarakan BWI Simeulue
Baitul Mal Simeulue Ikuti FGD Penguatan Wakaf Produktif yang Diselenggarakan BWI Simeulue
Simeulue — Baitul Mal Kabupaten (BMK) Simeulue menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ekonomi umat dengan berpartisipasi dalam Focus Group Discussion (FGD) mengenai wakaf produktif. Kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Simeulue dengan mengusung tema "Wakaf Produktif, Investasi Menuju Simeulue Bermartabat". FGD tersebut berlangsung pada Kamis (16/10) di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Simeulue. FGD ini bertujuan untuk mentransformasi praktik wakaf di Simeulue agar tidak lagi terbatas pada aspek konsumtif, melainkan berkembang menjadi aset produktif yang dapat menghasilkan keuntungan berkelanjutan. Keuntungan ini nantinya akan dialokasikan untuk kepentingan umum dan peningkatan kesejahteraan mustahik. Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Simeulue, Mohammad Nasrun Mikaris, S.H., M.H. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya wakaf sebagai instrumen penting untuk investasi amal jariyah bagi setiap muslim. Selain nilai spiritualnya, Bupati Monas wakaf juga menyebutkan bahwa wakaf memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata melalui pengelolaan aset produktif. Sebagai narasumber utama, hadir pakar wakaf terkemuka, Prof. Dr. Fauzi Saleh, S.Ag., Lc., M.A., Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Provinsi Aceh, didampingi Prof. Dr. Luqman Hakim, S.Ag., M.Ag., Sekretaris BWI Aceh. BMK Simeulue, yang diwakili oleh Keanggotaan Badan BMK, Sahrim Amin, S.Pd.I., sangat antusias mengikuti forum ini. Partisipasi Baitul Mal menjadi kunci untuk menyinergikan pengelolaan dan pengembangan aset wakaf. Turut hadir dalam FGD ini Wakil Bupati Simeulue Nusar Amin, S.Pd., Ketua BWI Perwakilan Simeulue Heriyansyah, Lc., beserta sejumlah kepala SKPK. Adapun yang menjadi peserta kegiatan ini terdiri dari para Nadzir (pengelola wakaf) yang ada di Kabupaten Simeulue beserta stake holder terkait. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, BWI, dan Baitul Mal, diharapkan potensi wakaf di Simeulue dapat dioptimalkan. Dengan begitu, wakaf produktif dapat menjadi salah satu pilar utama dalam membangun kemandirian ekonomi umat dan mewujudkan Simeulue yang bermartabat. (WA)
BERITA16/10/2025 | Wahyu Abadi
Baitul Mal Simeulue Hadiri RDPU Pembahasan Qanun di DPRA
Baitul Mal Simeulue Hadiri RDPU Pembahasan Qanun di DPRA
Banda Aceh — Baitul Mal Kabupaten Simeulue (BMK Simeulue) mengambil peran aktif dalam pembahasan Rancangan Qanun Aceh tentang Perubahan Kedua atas Qanun Nomor 10 Tahun 2018 tentang Baitul Mal. Kegiatan ini merupakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang diselenggarakan oleh Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di Gedung Serbaguna DPRA, Selasa (14/10). Kehadiran perwakilan Simeulue dalam forum ini sangat krusial, mengingat revisi Qanun ini akan berdampak langsung pada tata kelola dan operasional Baitul Mal di tingkat kabupaten. Delegasi Simeulue yang hadir menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap penguatan regulasi zakat dan wakaf. Delegasi dari Kabupaten Simeulue dihadiri oleh Bupati Simeulue yang diwakili Sekretaris Daerah Kab. Simeulue, Ketua DPRK Simeulue, Inspektur Kab. Simeulue, Kepala BPKD Kab. Simeulue, Ketua Dewan Pengawas BMK Simeulue, Ketua Badan BMK Simeulue dan Kepala Sekretariat BMK Simeulue. RDPU ini menjadi platform penting untuk menyerap aspirasi publik. Forum ini bertujuan memperkuat tata kelola Baitul Mal Aceh agar menjadi lebih profesional, transparan, dan sesuai dengan nilai syariat Islam. Selain unsur pemerintah dan pengurus Baitul Mal se-Aceh, RDPU ini juga melibatkan akademisi, tenaga ahli, dan lembaga wakaf seperti Yayasan Wakaf Barbate Islamic City (YWBIC). Ketua Komisi VII DPRA, Ilmiza Sa’aduddin Jamal, menegaskan bahwa perubahan Qanun ini berfokus pada penguatan kelembagaan agar Baitul Mal mampu menjawab tantangan zaman. Tujuannya adalah melahirkan dasar hukum yang lebih kuat untuk memperluas ruang gerak Baitul Mal agar lebih mandiri dan berdaya guna dalam melayani masyarakat. Komisi VII DPRA, yang membidangi urusan agama, syariat Islam, dan kelembagaan keagamaan, memimpin pembahasan ini dengan menghadirkan pakar hukum Islam dan ekonomi syariah. Masukan yang mendalam juga datang dari YWBIC, yang menyoroti perlunya integrasi antara lembaga wakaf dan Baitul Mal untuk mendorong pengembangan wakaf produktif berbasis syariah. RDPU yang berlangsung hingga siang hari ini memastikan bahwa seluruh masukan dan rekomendasi dari peserta, termasuk dari delegasi Simeulue, akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam penyempurnaan naskah akademik dan rancangan Qanun. Dengan revisi ini, Komisi VII DPRA berharap dapat menciptakan regulasi yang lebih adaptif, kuat, dan berpihak pada kemaslahatan umat, sekaligus memperkokoh posisi Aceh sebagai pelopor tata kelola zakat dan wakaf berbasis syariah di Indonesia. (WA)
BERITA14/10/2025 | Wahyu Abadi
Hari Jadi Simeulue ke-26, Baitul Mal Simeulue Kembali Salurkan Bantuan kepada 1.185 Mustahik
Hari Jadi Simeulue ke-26, Baitul Mal Simeulue Kembali Salurkan Bantuan kepada 1.185 Mustahik
Simeulue — Peringatan Hari Jadi ke-26 Kabupaten Simeulue menjadi momentum berharga bagi masyarakat Simeulue yang menandai berdirinya Simeulue sebagai Daerah Otonom. Upacara Peringatan Hari Jadi Simeulue tersebut digelar di Lapangan Pendopo Bupati Simeulue, Minggu (12/10). Pada kesempatan itu, Bupati Simeulue, Mohammad Nasrun Mikaris, S.H., M.H., bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Momentum Sakral tersebut turut dirangkai dengan penyerahan Bantuan oleh Pemerintah Kabupaten melalui Baitul Mal Kabupaten Simeulue kepada 1.185 mustahik. BMK Simeulue kembali menegaskan komitmennya dalam menyejahterakan umat setelah sehari sebelumnya juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 1.063 mustahik pada Peringatan Maulid Nabi Tk Kabupaten. Bantuan yang diberikan bersumber dari dana zakat dan infak yang dititipkan para muzakki melalui Baitul Mal Kabupaten Simeulue. Bantuan ini menjangkau berbagai lapisan masyarakat, dari pelajar hingga pekerja harian.Secara rinci, bantuan yang disalurkan antara lain: Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk 1.000 anak fakir miskin, sebagai upaya dukungan pendidikan bagi generasi penerus, diserahkan oleh Bupati Simeulue Mohammad Nasrun Mikaris, S.H., M.H. Bantuan Khusus Pekerja Harian, dengan rincian 111 orang petugas kebersihan diserahkan oleh Wakil Bupati Simeulue Nusar Amin, S.Pd serta 14 orang juru parkir diserahkan oleh Anggota DPRA asal Simeulue Ihya Ulumuddin, S.P., M.H. Bantuan Penanganan Stunting yang diberikan kepada 60 orang dalam rangka mendukung program kesehatan daerah, diserahkan oleh Ketua DPRK Simeulue Rasmanudin H. Rahamin, S.E. Bantuan Sosial Kemanusiaan untuk Palestina sebesar Rp40 juta sebagai wujud solidaritas dan kepedulian umat Simeulue terhadap konflik global diserahkan Sekretaris Daerah Simeulue Asludin, S.E., M.Kes. Penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata akuntabilitas Baitul Mal dalam mengelola dana umat. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa dana ZIWaH memiliki peran strategis dan multidimensi, tidak hanya untuk santunan musiman, tetapi juga untuk mendukung program pembangunan daerah, kesehatan, pendidikan, hingga isu kemanusiaan global. Kehadiran program penyaluran ini dalam momen Hari Jadi Kabupaten Simeulue ke-26 diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Baitul Mal sekaligus menginspirasi para muzaki untuk terus menunaikan kewajiban zakatnya melalui lembaga resmi. (WA)
BERITA12/10/2025 | Wahyu Abadi
Baitul Mal Simeulue Santuni 1.063 Mustahik pada Peringatan Maulid Nabi Kabupaten Simeulue
Baitul Mal Simeulue Santuni 1.063 Mustahik pada Peringatan Maulid Nabi Kabupaten Simeulue
Simeulue — Pemerintah Kabupaten Simeulue memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1447 H/2025 M di Masjid Agung Tgk. Khalilullah Sinabang, pada Sabtu (11/10). Acara keagamaan ini menjadi momentum bagi Baitul Mal Kabupaten Simeulue (BMK Simeulue) untuk menyalurkan sejumlah bantuan sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat. Peringatan Maulid diisi dengan tausiah oleh Ustadz Junaidi Al Khalidi, S.Ag sekaligus dirangkai dengan penyerahan santunan secara simbolis. Bantuan tersebut diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue melalui Baitul Mal Kabupaten Simeulue. Rincian bantuan yang diserahkan meliputi santunan untuk 1.000 orang anak yatim se-Kabupaten Simeulue, bantuan untuk 27 orang anak berkebutuhan khusus, serta bantuan perlengkapan sekolah untuk 36 orang anak mualaf. Ketua Badan BMK Simeulue, Supriadi, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan refleksi dari ajaran Nabi Muhammad SAW tentang kepedulian sosial. Pihaknya menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud konkret dari amanah muzaki yang dipercayakan kepada Baitul Mal. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang memerlukan perhatian khusus, seperti anak yatim, anak berkebutuhan khusus, dan anak mualaf, di seluruh wilayah Kabupaten Simeulue. Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Simeulue Nusar Amin, S.Pd, Ketua DPRK Rasmanudin H Rahamin, S.E., M.M, Sekretaris Daerah Asludin, S.E., M.Kes, para Unsur Forkopimda, Instansi Vertikal, Staf Ahli, para Asisten, Kepala SKPK, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Simeulue, para tokoh agama, dan warga masyarakat. (WA)
BERITA11/10/2025 | Wahyu Abadi
Perkuat Sinergi : Baitul Mal Simeulue Ikuti Kegiatan Program Pembinaan dan Pendampingan Zakat dan Wakaf
Perkuat Sinergi : Baitul Mal Simeulue Ikuti Kegiatan Program Pembinaan dan Pendampingan Zakat dan Wakaf
Banda Aceh, Rabu (24/9/2025) – Baitul Mal Kabupaten Simeulue berpartisipasi dalam kegiatan Program Pembinaan dan Pendampingan Zakat dan Wakaf yang diselenggarakan oleh Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Aceh, bertempat di Hotel Diana, Banda Aceh. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Supriadi, bersama Tenaga Profesional Baitul Mal Simeulue, Sawaldin, SH. Acara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh, Drs. Azhari, M.Si, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya optimalisasi zakat dan wakaf dalam memperkuat ketahanan ekonomi umat. Peserta kegiatan ini terdiri dari para Ketua Baitul Mal Kabupaten/Kota, Penyelenggara Zawa se-Aceh, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ). Kehadiran para pihak tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi pengelolaan zakat dan wakaf di Aceh. Sejumlah materi disajikan dalam kegiatan ini, di antaranya: Sinergi dan Kolaborasi Program Pemberdayaan Zakat dan Wakaf oleh Dr. Muhibudin, S.Fil, ME (Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerjasama Zakat dan Wakaf Ditzawa Kemenag RI), Penggunaan Aplikasi Simzat dan Siwak oleh Rahmawati, S.TH (Tim Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Aceh), serta Success Story Program Pemberdayaan Ekonomi Umat oleh Erry Dianto, SE, ME. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan zakat dan wakaf melalui peningkatan pemahaman, kolaborasi, serta pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan peran zakat dan wakaf di Aceh, khususnya di Kabupaten Simeulue, semakin nyata dalam memberdayakan masyarakat dan mendukung pengentasan kemiskinan. Ketua Baitul Mal Simeulue, Supriadi, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Pendampingan dan pemberdayaan seperti ini sangat penting bagi Baitul Mal di daerah, agar pengelolaan zakat dan wakaf semakin profesional, transparan, dan berdaya guna bagi umat. Selain itu, agar tata kelola zakat dan wakaf semakin lebih baik untuk pemberdayaan ekonomi umat, sangat diperlukan peningkatan kapasitas amil zakat maupun nazir wakaf. Salah satunya melalui pelatihan dan sertifikasi sesuai skemanya, sehingga pengelolaan dapat lebih profesional, transparan, dan berdaya guna,” ujarnya. (WA)
BERITA24/09/2025 | Wahyu Abadi
Baitul Mal Simeulue Ringankan Beban Korban Kebakaran di Amarabu
Baitul Mal Simeulue Ringankan Beban Korban Kebakaran di Amarabu
Amarabu, Simeulue – 19 September 2025.Baitul Mal Kabupaten Simeulue turut menyalurkan bantuan bagi warga yang menjadi korban musibah kebakaran di Desa Amarabu, Kecamatan Simeulue Cut. Bantuan tersebut diserahkan langsung bersama Bupati Simeulue, Mohammad Nasrun Mikaris, S.H., M.H., saat kunjungan lapangan, Jumat (19/9/2025). Bupati Simeulue dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir dalam setiap kondisi darurat yang menimpa warganya. Ia juga berpesan kepada para korban agar tetap tabah dan sabar menghadapi cobaan ini.“Di balik musibah pasti ada hikmah. Jangan larut dalam kesedihan, insyaAllah ada jalan terbaik dari Allah SWT,” kata Bupati Monas. Dalam kesempatan itu, Baitul Mal Simeulue menyerahkan santunan uang tunai sebesar Rp 6,5 juta untuk meringankan beban keluarga yang terdampak. Bantuan ini melengkapi dukungan Pemerintah Daerah berupa selimut, paket sandang, seng, triplek, serta bantuan uang tunai tambahan dari Bank Aceh sebesar Rp 5 juta. Ketua Baitul Mal Simeulue, Supriadi, menyampaikan bahwa santunan ini merupakan bentuk kepedulian lembaga zakat daerah terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita dan menjadi penguat semangat untuk bangkit kembali,” ujarnya. Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Simeulue, kebakaran yang terjadi pada Kamis (18/9) sekitar pukul 23.40 WIB itu menghanguskan dua unit rumah dan menyebabkan satu rumah lainnya terdampak. Selain itu, dua unit sepeda motor turut dilaporkan ikut terbakar. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.35 WIB dengan bantuan petugas, TNI/Polri, serta masyarakat sekitar. Turut hadir staf Ahli T. Riduan, SP, Asisten Bidang Ekonomi Deddi Erisma, SE, Anggota DPRK Amsarudin, Kadis Pertanian Samsuar, SP, Kepala Dinas Pendidikan Firmanudin, S.Pd, Kepala Dinas PU Zulfata, Kepala Dinas Sosial Feri Afrizal, Perwakilan Bank Aceh, Keanggotaan Badan BMK Sahrim Amin, S.Pd.I, Kepala Sekretariat Baitul Mal Khairul Amin, SH, Kadis DP3AKB, Supriman Juliansyah, Kabag Prokopim Romaidon Darma, Camat Simeulue Cut Feri Puput Hidayat, SH, Camat Teupah Barat Muhsin, S.AP, Kasubbag Program dan Keuangan BMK Rahmat Hidayat, S.Si.T. (WA)
BERITA19/09/2025 | Wahyu Abadi
Perkuat Tata Kelola, BMK Simeulue Jalin Sinergi dengan BAZNAS Yogyakarta
Perkuat Tata Kelola, BMK Simeulue Jalin Sinergi dengan BAZNAS Yogyakarta
Yogyakarta, 3 September 2025 – Baitul Mal Kabupaten (BMK) Simeulue melakukan kunjungan kerja ke BAZNAS Kota Yogyakarta sebagai upaya memperkuat tata kelola zakat, infak, dan sedekah di daerah kepulauan. Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk belajar praktik baik terkait digitalisasi zakat dan pemberdayaan mustahik yang telah dikembangkan di Kota Yogyakarta. Rombongan BMK Simeulue dipimpin langsung oleh Ketua BMK Simeulue Supriadi didampingi oleh Keanggotaan Badan BMK Sahrim Amin, S.Pd.I serta Kasubag Program dan Keuangan Rahmad Hidayat, S.Si.T. Rombongan diterima hangat oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kota Yogyakarta, yakni Drs. H. Syamsul Azhari (Ketua), Drs. Abdul Samik (Wakil Ketua II), M. Iqbal, SE (Wakil Ketua III), dan H. Misbahrudin, S.Ag., MM (Kepala Pelaksana). Ketua BMK Simeulue, Supriadi, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta menegaskan pentingnya kunjungan ini sebagai sarana memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Simeulue. “Kami melihat BAZNAS Kota Yogyakarta berhasil mengembangkan tata kelola zakat yang modern, akuntabel, dan dekat dengan masyarakat. Kami ingin belajar dan mengadaptasi model tersebut untuk memperkuat pelayanan di Simeulue, khususnya melalui digitalisasi dan program pemberdayaan mustahik,” ungkapnya. Selain mempererat silaturahmi, kunjungan ini juga menjadi forum diskusi strategis tentang bagaimana zakat bisa menjadi instrumen nyata dalam pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, serta peningkatan kepercayaan muzaki melalui sistem pengelolaan yang transparan dan profesional. BMK Simeulue berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kunjungan semata, melainkan berkembang menjadi kolaborasi yang lebih konkret di masa mendatang. “Kami optimis, dengan belajar dari praktik baik BAZNAS Kota Yogyakarta, BMK Simeulue dapat memperkuat tata kelola zakat di daerah kepulauan dan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat,” tambah Supriadi. Kunjungan kerja ini juga menjadi bagian dari komitmen BMK Simeulue untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan pengelolaan zakat yang sesuai dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah dan prinsip amanah.(WA)
BERITA03/09/2025 | Wahyu Abadi
Perkuat Ukhuwah, Baitul Mal Simeulue Kunjungi Pesantren Al-Fatah dan Galeri Joko Tingkir
Perkuat Ukhuwah, Baitul Mal Simeulue Kunjungi Pesantren Al-Fatah dan Galeri Joko Tingkir
Magetan, Jawa Timur – 2 September 2025 – Rombongan Baitul Mal Kabupaten (BMK) Simeulue melaksanakan kunjungan religi dan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Fatah, Karas Magetan Temboro, Jawa Timur. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Supriadi, Ketua BMK Simeulue, didampingi oleh Sahrim Amin, S.Pd.I selaku anggota Badan, serta Rahmad Hidayat, S.Si.T selaku Kasubag Program dan Keuangan. Kunjungan diawali dengan sowan kepada Romo Kyai Umar Fathullah (Kyai Fatah), Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro. Pertemuan berlangsung penuh kehangatan dan menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah antara lembaga zakat daerah dengan tokoh pesantren terkemuka di Jawa Timur. Ketua BMK Simeulue beserta rombongan turut melaporkan jumlah santri asal Simeulue yang mondok di Al-Fatah Temboro sekaligus meminta nasehat dan doa dari Romo Kyai Fatah untuk kebaikan lembaga BMK Simeulue dalam mengelola harta umat tersebut. Selain itu, rombongan BMK Simeulue juga berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan para santri asal Simeulue yang sedang menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Fatah. Para santri tersebut diketahui secara rutin menerima bantuan beasiswa dari Baitul Mal Simeulue setiap tahunnya, sebagai bentuk kepedulian dan komitmen lembaga dalam mendukung pendidikan generasi muda Simeulue. Perjalanan dilanjutkan dengan kunjungan ke Galeri Joko Tingkir, sebuah tempat bersejarah yang dikenal menyimpan benda-benda peninggalan Rasulullah SAW dan para sahabat. Kunjungan ini menjadi pengalaman spiritual yang mendalam, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga warisan sejarah Islam. Ketua BMK Simeulue, Supriadi, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan tersebut. “Silaturahmi ini bukan hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi penguat semangat bagi santri asal Simeulue yang sedang berjuang menuntut ilmu. Semoga perjalanan ini membawa berkah dan manfaat bagi kita semua,” ujarnya. Dengan kunjungan ini, BMK Simeulue menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai pengelola zakat dan infak, tetapi juga sebagai bagian dari penggerak ukhuwah, pendidikan, dan spiritualitas umat. (WA)
BERITA02/09/2025 | Wahyu Abadi
Bupati Simeulue Raih Penghargaan Baznas sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia
Bupati Simeulue Raih Penghargaan Baznas sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia
Jakarta – Kabupaten Simeulue berhasil meraih penghargaan bergengsi BAZNAS Award 2025 dalam kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA didampingi jajaran Pimpinan BAZNAS RI dalam acara penganugerahan yang berlangsung pada hari Kamis (28/8/2025) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara. Bupati Simeulue, Mohammad Nasrun Mikaris, SH., MH., hadir langsung menerima penghargaan tersebut. Dalam kesempatan itu, beliau didampingi oleh Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Supriadi, Keanggotaan Baitul Mal, Sahrim Amin, S.Pd.I, serta Kasubbag Program dan Keuangan Sekretariat Baitul Mal, Rahmad Hidayat, S.Si.T. Dalam sambutannya, Bupati Simeulue menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan ini. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, Baitul Mal, hingga masyarakat yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk lebih memaksimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah melalui Baitul Mal Kabupaten Simeulue. Mari kita besarkan dan perkuat peran Baitul Mal agar dapat memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam upaya mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat,” ujar Bupati. Ketua Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Supriadi, menambahkan bahwa penghargaan ini adalah bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan Baitul Mal Kabupaten Simeulue. “Kami akan terus meningkatkan profesionalisme dan transparansi pengelolaan zakat, sehingga dana umat dapat tersalurkan dengan lebih tepat sasaran,” ungkapnya. BAZNAS Award merupakan agenda tahunan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang memberikan apresiasi kepada tokoh, kepala daerah, lembaga, serta mitra yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan gerakan zakat di Indonesia. Dengan raihan ini, Simeulue meneguhkan komitmennya sebagai salah satu daerah yang konsisten mendukung Gerakan Zakat Indonesia, menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan ekonomi umat. (WA)
BERITA28/08/2025 | Wahyu Abadi
Pimpinan Baitul Mal Kabupaten Simeulue Hadiri Rakornas BAZNAS 2025
Pimpinan Baitul Mal Kabupaten Simeulue Hadiri Rakornas BAZNAS 2025
Jakarta – Pimpinan Baitul Mal Kabupaten Simeulue turut hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Tahun 2025 yang resmi dibuka oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Rakornas tahun ini mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita” sebagai dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Hadir dalam acara tersebut Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, jajaran pimpinan BAZNAS RI, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, perwakilan Kemenag RI, mitra strategis, serta pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia. Dari Kabupaten Simeulue, hadir Ketua Badan Baitul Mal Simeulue Supriadi, anggota Badan Baitul Mal Simeulue Sahrim Amin, S.Pd.I, dan Kasubbag Program dan Keuangan Sekretariat Baitul Mal Simeulue Rahmad Hidayat, S.Si.T. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam sambutannya menegaskan Rakornas menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan program zakat dengan Asta Cita, agar zakat benar-benar menjadi instrumen transformasi sosial dalam mewujudkan kesejahteraan umat. “BAZNAS akan terus bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil, sehingga zakat benar-benar menjadi pilar keadilan sosial dan kesejahteraan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya. Ia juga menyampaikan beberapa langkah strategis yang tengah ditempuh BAZNAS RI dalam memperkuat peran lembaga zakat di Indonesia. Empat fokus utama yang disampaikan yakni: 1. Penguatan kelembagaan. 2. Penguatan SDM. 3. Penguatan infrastruktur dan teknologi. 4. Penguatan jaringan dan sinergi. Ketua Badan Baitul Mal Simeulue, Supriadi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rakornas ini. Menurutnya, kehadiran Baitul Mal Simeulue dalam forum nasional ini diharapkan dapat memperkuat peran lembaga zakat daerah dalam mendukung agenda nasional pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, serta optimalisasi potensi zakat di tingkat lokal. Rakornas BAZNAS 2025 juga menghadirkan BAZNAS Awards sebagai bentuk apresiasi kepada BAZNAS daerah, LAZ, tokoh publik, dan mitra strategis yang berkontribusi dalam pengelolaan zakat. Selain itu, forum ini menjadi penanda berakhirnya masa kepemimpinan BAZNAS periode 2020–2025, sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga kesinambungan dan inovasi pengelolaan zakat di Indonesia. Dalam pembukaan, BAZNAS RI meluncurkan program strategis nasional: Beasiswa 10.000 Santri, 1000 Madrasah Layak Belajar. 1.580 Beasiswa Cendekia untuk Mahasiswa S1 Dalam Negeri, Serta peluncuran buku: “Islam Ala Prabowo” yang ditanda tangani oleh Ketua MPR, Menteri Agama, Ketua BAZNAS RI, Rektor UIN Sunan Ampel.
BERITA27/08/2025 | Wahyu Abadi
Ketua Baitul Mal Simeulue Sampaikan Khutbah di Masjid Agung Tgk. Khalilullah, Ajak Jamaah Berdayakan Kaum Lemah
Ketua Baitul Mal Simeulue Sampaikan Khutbah di Masjid Agung Tgk. Khalilullah, Ajak Jamaah Berdayakan Kaum Lemah
Sinabang – Ketua Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Supriadi Mohammad Atam, bertindak sebagai khatib pada pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Agung Tgk. Khalilullah, Sinabang, Jumat (22/8/2025). Dalam khutbahnya, Supriadi mengangkat tema “Pemberdayaan Kaum Lemah melalui Filantropi Islam dan Semangat Kemerdekaan”, yang disampaikan bertepatan dengan momentum peringatan 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam khutbahnya, Supriadi mengingatkan jamaah bahwa kemerdekaan adalah karunia besar Allah SWT yang harus disyukuri. Namun, ia menegaskan bahwa syukur sejati bukan sekadar upacara atau simbolis, melainkan diwujudkan dalam upaya memahami makna kemerdekaan yang sebenarnya. “Apakah kemerdekaan ini sudah dirasakan sepenuhnya oleh seluruh rakyat Indonesia? Masih banyak saudara kita yang terjebak dalam kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan. Itulah wajah lain dari Indonesia yang perjuangannya belum selesai,” tegasnya. Mengutip firman Allah dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 19, Supriadi menjelaskan bahwa dalam harta orang kaya terdapat hak kaum miskin, baik yang meminta maupun yang tidak berani meminta karena menjaga harga diri. Hal ini, menurutnya, menjadi dasar filantropi Islam yang menegaskan bahwa zakat dan sedekah bukan sekadar pemberian, melainkan kewajiban sosial yang harus ditunaikan. Lebih lanjut, ia mencontohkan teladan Rasulullah SAW dalam kisah seorang Anshar yang meminta bantuan, namun justru diajarkan untuk bekerja dengan kapak dan mencari kayu bakar. Dari kisah tersebut, Supriadi menekankan pentingnya pemberdayaan, bukan sekadar memberi bantuan konsumtif. “Rasulullah tidak hanya memberi ikan, tapi mengajarkan cara memancing. Inilah inti dari pemberdayaan kaum dhuafa,” ujarnya. Dalam khutbahnya, Supriadi juga menekankan tiga pilar utama pemberdayaan umat dalam semangat kemerdekaan, yakni: 1. Filantropi Islam sebagai Fondasi melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf. 2. Pemberdayaan Kaum Dhuafa lewat pendidikan, pelatihan, dan modal usaha agar mandiri. 3. Semangat Kemerdekaan dalam Gotong Royong, yaitu kolaborasi seluruh elemen bangsa untuk membebaskan masyarakat dari kemiskinan dan ketidakadilan. Di akhir khutbahnya, Supriadi mengajak jamaah untuk menjadikan momentum 80 tahun kemerdekaan sebagai titik balik memperkuat komitmen pemberdayaan. “Kemerdekaan sejati adalah ketika rakyat bisa hidup bermartabat, berdaya, dan mandiri. Mari jadikan zakat, infak, sedekah, dan wakaf sebagai sarana pemberdayaan umat, serta hidupkan semangat gotong royong menuju Simeulue Ate Fulawan yang bermartabat, baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” pungkasnya.
BERITA22/08/2025 | Wahyu Abadi
Peduli Korban Kebakaran di Desa Sembilan, Baitul Mal Simeulue Salurkan Bantuan
Peduli Korban Kebakaran di Desa Sembilan, Baitul Mal Simeulue Salurkan Bantuan
Simeulue, 21 Agustus 2025 – Baitul Mal Kabupaten Simeulue menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Sembilan, Kecamatan Simeulue Barat. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Baitul Mal Simeulue, Supriadi, disaksikan langsung oleh Bupati Simeulue, Mohammad Nasrun Mikaris, S.H., M.H., beserta rombongan dan masyarakat setempat. Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai sebesar Rp9.500.000 kepada lima kepala keluarga yang terdampak musibah kebakaran dan disalurkan melalui rekening masing-masing penerima manfaat. Selain bantuan dari Baitul Mal, Bupati Simeulue juga menyerahkan paket bantuan berupa sembako, pakaian, selimut, serta uang tunai bagi warga terdampak musibah. Turut hadir mendampingi, Pimpinan Bank Aceh Syariah Cabang Sinabang Hendra Eka Putra, Pimpinan BSI Cabang Sinabang Nazar Putra, Sekretaris Dinas Sosial Edi Arsah, Kabag Prokopim Romaidon Darma, serta Kabid Logistik BPBD Hirmas, Keanggotaan Badan Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Sahrim Amin, S.Pd.I, Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Simeulue Khairul Amin, SH dan Kasubbag Program dan Keuangan Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Simeulue Rahmad Hidayat, S.Si.T Musibah kebakaran tersebut terjadi pada Rabu malam (20/8/2025) sekitar pukul 21.30 WIB. Api yang dengan cepat membesar sempat menimbulkan kepanikan warga sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh personel Pemadam Kebakaran Pos Simeulue Barat dan Simeulue Tengah. Baitul Mal Simeulue menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah, sekaligus memastikan bahwa amanah zakat yang dititipkan muzaki benar-benar sampai kepada yang berhak menerimanya. (WA)
BERITA21/08/2025 | Wahyu Abadi
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat